Khoirurrooziqin.id

KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS SEDEKAH

Beberapa kali saya minta izin kyai untuk membangun pesantren atau rumah tahfidz, dan setiap itu juga selalu beliau tidak izinkan. Salah satu yang beliau khawatirkan adalah saya membisniskan pendidikan.

 

Ada satu hadits yang selalu beliau ulang2 untuk saya : “Akhosunnas manzilatan ‘indAllah, man ja’ala diinahu sabaaban liqodho-i hawaaijih” yang artinya “seburuk-buruk manusia di sisi Allah, adalah mereka yang menjadikan agamanya sebagai sebab memenuhi hajat hidupnya”

 

Ancaman hadits itu terngiang-ngiang, dan benar saja, saya memang jadi takut untuk membuat lembaga pendidikan Islam.

 

Sampai suatu ketika, ada 3 keponakan saya mencari sekolah. Sebagai orang yang tidak memiliki anak lelaki, mata saya berbinar. Langsung saja saya katakan, “biar sekolah sama saya, sudah ada pesantrennya”. Dan mulailah saya merintis Pesantren Khoirur Rooziqiin dengan alasan kondisi darurat 3 keponakan yang perlu sekolah ini.

 

Tapi nasihat kyai, selalu saya kenang. Tidak boleh mengambil manfaat ekonomi dari pendidikan. Maka, basis pesantren ini sedekah seikhlasnya. Tanpa Uang Pangkal, tanpa SPP, tanpa pungutan apapun, dan tanpa bantuan dari pemerintah (BOS).

 

Awalnya, khawatir juga, dari mana uangnya. Bukan hanya itu, nanti kalau saya meninggal, bagaimana jalannya pesantren ini? Tapi saya tepis semua keraguan, “fokus saja perbaiki niat, In Syaa Allah akan dibantu sama Allah”, begitu saya membujuk hati saya.

 

Ada lagi pengalaman pesantren lain. Yang kalau biayanya terlalu murah, orangtua juga jadi cemas, “nanti anak saya makannya apa, kualitas pendidikannya gimana?” Jadi orangtua yang merasa mampu bayar, malah urung menyekolahkan anak ke konsep pendidikan ala kadarnya seperti ini. Lebih memilih ke sekolah yang dikelola secara profesional.

 

Di sinilah tantangan saya. Di satu sisi, tidak boleh berjual beli dalam pendidikan, di sisi lain, ada tantangan profesionalitas, yang memerlukan biaya tidak sedikit.

 

Saya juga meyakini, santri-santri yang heterogen secara tingkat ekonomi, akan berdampak lebih bagus dibandingkan dengan yang homogen. Misalnya, anak yatim, dhuafa, menengah, orang kaya, dikumpulkan menjadi satu, agar saling berinteraksi.

 

Lalu saya pancangkan niat, sekolah ini memang berbasis sedekah seikhlasnya, namun harus mampu menarik minat orang berada (menengah ke atas) untuk menitipkan anaknya. Hal itu harus diwujudkan dengan kualitas pendidikan yang bagus dan juga gedung yang memadai. Ditambah dengan kurikulum khusus Magnet Rezeki yang sudah teruji melahirkan keajaiban bagi banyak orang.

 

Dan, kini pesantren Khoirur Rooziqiin sudah berjalan tahun keenam. Alhamdulillah.

 

Selama masa ini, saya merasakan semua pihak terlibat tanpa ada paksaan.

 

– Orangtua menitipkan anaknya dengan tanpa beban, tanpa ada tagihan, dan tanpa ada ketakutan ijazah anaknya ditahan. Sedekah seikhlasnya dirasakan sebagai bentuk partisipasi. Kelegaan hati orangtua ini kami rasakan manfaatnya, karena mereka tidak memberi tuntutan atau komplain layaknya konsumen kepada produsen. Tapi yang terkirim dari lisan orang tua adalah doa dan rasa syukur.

 

– Guru pun demikian. Mereka melakukan tugasnya didasari dari partisipasi memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan, bukan transaksional antara insan pendidik dengan manajemen.

 

– Anak-anak santri juga demikian. Mereka belajar sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab mereka ke masyarakat yang telah mensupport mereka

 

– Masyarakat pun berpartisipasi. Ada yang mengangkat santri sebagai anak asuh. Ada yang rutin mengirimkan makanan. Ada yang mewakafkan tanah dan bangunan. Ada yang membelikan mesin cuci, baju, sarung, dan banyak lagi.

 

Dengan semangat gotong royong dan partisipasi yang mengharapkan ridho Allah ini, terasa sekali semua berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba dalam prestasi, berlomba mendoakan satu sama lain. Alhamdulillah.

 

Doakan kami, saat ini sedang merintis sekolah dengan konsep yang sama di beberapa daerah di Indonesia, semoga Allah meridhoi. Aamiin.

 

Sahabatmu,

Nasrullah

 

 

Tunaikan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) terbaik anda di YKRI (Yayasan Khoirur Rooziqiin Indonesia)
Contact Person: 0812-1110-2015

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top